Tugas 4: Aspek, fungsi dan faktor manajemen kelas
A. Pengertian
Manajemen Kelas
Manajemen merupakan
kemampuan dan ketrampilan kusus yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan
suatu kegiatan baik secara perorangan ataupun bersama orang lain atau melalui
orang lain dalam upaya mencapai tujuan organisasi secara produktif , efektif
dan efisien.
Adapun
kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas sebagai
aspek-aspek manajemen kelas yang tertuang dalam petunjuk pengelolaan kelas
adalah sebagai berikut:
a) Mengecek
kehadiran siswa Siswa dilihat keberadaannya satu persatu terutama diarahkan
untuk melihat kesiapannya dalam mengikuti proses belajar mengajar, kesiapan
secara fisik terutama mental karena dengan perhatian dari awal akan memberikan
dorongan kepada mereka untuk dapat mengikuti kegiatan dalam kelas dengan baik.
b) Mengumpulkan
hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan tersebut Pekerjaan
yang sudah diberikan hendaknya dengan cepat dikumpulkan dan diberikan komentar
singkat sehingga rasa penghargaan yang tinggi dapat memberikan motivasi atas
kerja yang sudah dilakukan.
c) Pendistribusian
bahan dan alat Apabila ada alat dan bahan belajar yang harus didistribusikan
maka secara adil dan proporsional setiap siswa memperoleh kesempatan untuk melakukan
praktik atau menggunakan alat dan bahan dalam proses belajarnya.
d) Mengumpulkan
informasi dari siswa Banyak informasi yang berguna bagi guru dan bagi siswa itu
sendiri yang dapat diperoleh dari sswa baik yang berupa informasi tentang
pribadi siswa maupun berkaitan dengan pekerjaan - pekerjaan siswa yang harus
dan sudah dikerjakan.
e) Mencatat
data Data-data siswa baik secara perorangan maupun kelompok yang menyangkut
individu maupun pekerjaan sangat penting untuk dicatat karena akan mendukung
guru dalam memberikan evaluasi akhir terhadap pencapaian hasil pekerjaan siswa.
f) Pemeliharaan
arsip Arsip-arsip tentang kegiatan dalam kelas disimpan dan ditata dengan rapi
dan dipelihara sebagai tanggungjawab bersama sehingga dapat memberikan
informasi baik bagi guru maupun bagi siswa.
g) Menyampaikan materi
pembelajaran Tugas utama guru adalah memberikan informasi tentang bahan belajar
yang harus dilakukan siswa dengan teratur dan dapat menggunakan berbagai media
dan informasi yang ada dalam kelas. Memberikan tugas / PR Penugasan adalah
proses memberikan tanggungjawab kepada siswa untuk melakukan kegiatan secara
mandiri dan dapat mengevaluasi kemampuan secara sendiri.
Menurut Sudarwan Danim11 “manajemen kelas adalah seni atau praksis (praktek dan strategi) kerja, yaitu guru bekerja secara individu, dengan atau melalui orang lain (bekerja sejawat atau siswa sendiri) untuk mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien”. Sedangkan menurut Moh. Uzer Usman12 “manajemen kelas adalah pengelolaan kelas, yaitu keterampilan guru untuk
Sebelum membahas tentang manajemen kelas, terlebih dahulu kita mengetahui pengertian daripada kelas. Arikunto menjelaskan pengertian kelas sebagai sekelompok siswa yang pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama. Dan yang dimaksud dengan kelas, bukan hanya kelas yang merupakan ruangan yang dibatasi dinding tempat para siswa berkumpul bersama untuk mempelajari segala yang disajikan oleh pengajar, tetapi lebih dari itu kelas merupakan suatu unit kecil siswa yang berinteraksi dengan guru dalam proses pembelajaran dengan beragam keunikan yang dimiliki.
Menurut Sudarwan Danim11 “manajemen kelas adalah seni atau praksis (praktek dan strategi) kerja, yaitu guru bekerja secara individu, dengan atau melalui orang lain (bekerja sejawat atau siswa sendiri) untuk mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien”. Sedangkan menurut Moh. Uzer Usman12 “manajemen kelas adalah pengelolaan kelas, yaitu keterampilan guru untuk
Sebelum membahas tentang manajemen kelas, terlebih dahulu kita mengetahui pengertian daripada kelas. Arikunto menjelaskan pengertian kelas sebagai sekelompok siswa yang pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama. Dan yang dimaksud dengan kelas, bukan hanya kelas yang merupakan ruangan yang dibatasi dinding tempat para siswa berkumpul bersama untuk mempelajari segala yang disajikan oleh pengajar, tetapi lebih dari itu kelas merupakan suatu unit kecil siswa yang berinteraksi dengan guru dalam proses pembelajaran dengan beragam keunikan yang dimiliki.
Sedangkan kelas menurut pengertian umum dapat dibedakan
atas dua pandangan, yaitu pandangan dari segi fisik, dan pandangan dari segi
siswa.
Disamping itu, Hadari
Nawawi juga memandang kelas dari dua sudut, yaitu:
1. Kelas dalam arti sempit : ruangan yang
dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti
proses pembelajaran. Kelas dalam pengertian tradisional ini, mengandung sifat
statis karena sekedar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat
perkembangannya, antara lain berdasarkan pada batas umur kronologis
masing-masing.
2. Kelas dalam arti luas :
suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang
sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis
menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang kreatif untuk mencapai suatu
tujuan.
Aspek - Aspek Manajemen Kelas:
Aspek - Aspek Manajemen Kelas:
a)
Inovasi Pendidikan dalam Lingkup Kelas
b)
Permasalahan Kelas
c)
Kelas yang Nyaman dan Menyenangkan
Adapun
kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas sebagai
aspek-aspek manajemen kelas yang tertuang dalam petunjuk pengelolaan kelas
adalah sebagai berikut:
1)
Mengecek kehadiran siswa Siswa dilihat
keberadaannya satu persatu terutama diarahkan untuk melihat kesiapannya dalam
mengikuti proses belajar mengajar, kesiapan secara fisik terutama mental karena
dengan perhatian dari awal akan memberikan dorongan kepada mereka untuk dapat
mengikuti kegiatan dalam kelas dengan baik.
2)
Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa,
memeriksa dan menilai hasil pekerjaan tersebut Pekerjaan yang sudah diberikan
hendaknya dengan cepat dikumpulkan dan diberikan komentar singkat sehingga rasa
penghargaan yang tinggi dapat memberikan motivasi atas kerja yang sudah
dilakukan.
3)
Pendistribusian bahan dan alat Apabila
ada alat dan bahan belajar yang harus didistribusikan maka secara adil dan
proporsional setiap siswa memperoleh kesempatan untuk melakukan praktik atau
menggunakan alat dan bahan dalam proses belajarnya.
4)
Mengumpulkan informasi dari siswa Banyak
informasi yang berguna bagi guru dan bagi siswa itu sendiri yang dapat
diperoleh dari sswa baik yang berupa informasi tentang pribadi siswa maupun
berkaitan dengan pekerjaan - pekerjaan siswa yang harus dan sudah dikerjakan.
5)
Mencatat data Data-data siswa baik
secara perorangan maupun kelompok yang menyangkut individu maupun pekerjaan
sangat penting untuk dicatat karena akan mendukung guru dalam memberikan evaluasi
akhir terhadap pencapaian hasil pekerjaan siswa.
6)
Pemeliharaan arsip Arsip-arsip tentang
kegiatan dalam kelas disimpan dan ditata dengan rapi dan dipelihara sebagai
tanggungjawab bersama sehingga dapat memberikan informasi baik bagi guru maupun
bagi siswa.
7)
Menyampaikan materi pembelajaran Tugas
utama guru adalah memberikan informasi tentang bahan belajar yang harus
dilakukan siswa dengan teratur dan dapat menggunakan berbagai media dan
informasi yang ada dalam kelas. Memberikan tugas / PR Penugasan adalah proses
memberikan tanggungjawab kepada siswa untuk melakukan kegiatan secara mandiri
dan dapat mengevaluasi kemampuan secara sendiri.
Fungsi Manajemen
Kelas:
a)
Perencanaan
b)
Pengorganisasian
c)
Menggerakkan
d)
MemberikanArahan
e)
Pengkoordinasian
f)
Pengawasan
B. Aspek - Aspek Manajemen
Kelas
1. Inovasi Pendidikan dalam Lingkup Kelas.
1. Inovasi Pendidikan dalam Lingkup Kelas.
Inovasi pendidikan dapat
diartikan sebagai suatu perubahan (baru), gagasan, dan bersifat kualitatif
dalam rangka memecahkan masalah pendidikan .Guru melakukan tindakan-tindakan
atau usaha-usaha yang bersifat kreatif dan inovatif. Inovasi yang dapat
dilakukan guru dalam manajemen kelas seperti inovasi strategi pembelajaran,
media pembelajaran, dan metode mengajar.
2. Permasalahan Kelas
Masalah manajemen kelas,
yaitu:
a. Masalah individual
b. Masalah kelompok
Munculnya masalah individu
didasarkan pada asumsi bahwa tingkah laku individu merupakan upaya mencapai
tujuan tertentu yaitu pemenuhan kebutuhan untuk diterima oleh kelompok dan
untuk mencapai harga diri.
Aspek masalah kelompok meliputi:
a. Kesatuan kelompok;
b. interaksi dan komunikasi;
c. strukturkelompok;
d. tujuan-tujuan kelompok;
e. kontrol;dan
f. iklim kelompok.
Aspek masalah kelompok meliputi:
a. Kesatuan kelompok;
b. interaksi dan komunikasi;
c. strukturkelompok;
d. tujuan-tujuan kelompok;
e. kontrol;dan
f. iklim kelompok.
3. Kelas yang Nyaman dan Menyenangkan
Kelas merupakan taman
belajar bagi siswa .Kelas adalah tempat bagi para siswa untuk tumbuh dan
berkembangnya potensi intelektual dan emosional.
Sedangkansyarat syarat kelas yang baik adalah :
a. rapi,bersih,sehat,tidak lembab;
b. cukup cahaya yang meneranginya
c. sirkulasi udara cukup; dan
d. perabot dalam keadaan baik,cukup jumlahnya dan ditata dengan rapi,Siswa akan merasa betah dikelas manakala kelas tersebut nyaman dan menyenangkan.
Sedangkansyarat syarat kelas yang baik adalah :
a. rapi,bersih,sehat,tidak lembab;
b. cukup cahaya yang meneranginya
c. sirkulasi udara cukup; dan
d. perabot dalam keadaan baik,cukup jumlahnya dan ditata dengan rapi,Siswa akan merasa betah dikelas manakala kelas tersebut nyaman dan menyenangkan.
4.Bertindak kreatif
Yakni guru memberikan peluang kepada siswa untuk membuat
keputusan sendiri,mencari terobosan baru dalam disiplin kelas, dan lain-lain.
5. Memperbaiki kondisi kelas
Melakukan penyempurnaan atas tata kelas, sistem pembelajaran, dan lain-lain.
Melakukan penyempurnaan atas tata kelas, sistem pembelajaran, dan lain-lain.
C. Fungsi Manajemen Kelas
1. Perencanaan
1. Perencanaan
Perencanaan didefinisikan
sebagai penentuan terlebih dahulu apa yang harus dikerjakan ,kapan dikerjakan dan
siapa yang mengerjakan perencanaan tersebut tersirat pengambilan
keputusan. Karena perencanaan dapat dipahami sebagai suatu proses dalam rangka
untuk mengambil suatu keputusan dan penyusunan rangkaian tindakan selanjutnya.
2. Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah
proses manajerial yang berkelanjutan sebagai mana kita ketahui teknologi terus
berkembang dan lingkungan organisasi dapt berubah. Oleh karena itu
manajer harus sesuaikan strategi yang telah disusunnya sehingga tujuan dari
organisasi tetap dapat dicapai secara afektif dan efisien.
3. Menggerakkan(kepemimpinan)
Kepemimpinan adalah suatu
proses untuk mempengaruhi aktivitas dari pada kelompok yang teroganisir dalam
usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam pencapaian tujuan . pemimpin
adalah suatu proses mempengaruhi orang lain untuk bekerja menuju pencapaian
tujuan organisasi.
4. Memberikan Arahan
Memberikan arahan dalam konteks manajemen kelas adalah Usaha seorang guru dalam memberikan petunjuk dan bimbingan kepada siswa agar terhindar dari hambatan dalam belajar .Hambatan belajar dapat berasal dari faktor intern dan ekstern siswa.
Arahan yang diberikan kepada guru diharapkan dapat mengurangi dan/ atau menghilangkan rasa takut gagal siswa dalam belajar .
Memberikan arahan dalam konteks manajemen kelas adalah Usaha seorang guru dalam memberikan petunjuk dan bimbingan kepada siswa agar terhindar dari hambatan dalam belajar .Hambatan belajar dapat berasal dari faktor intern dan ekstern siswa.
Arahan yang diberikan kepada guru diharapkan dapat mengurangi dan/ atau menghilangkan rasa takut gagal siswa dalam belajar .
5. Pengkoordinasian
Melakukan koordinasi dalam konteks manajemen kelas berarti mengatur baik-baik kegiatan pembelajaran supaya dalam praktiknya dapat terarah dengan baik. Keefektifan manajemen kelas dipengaruhi juga oleh keseimbangan yang proporsional dan kesesuaian antara materi, media, metode, dana lokasi waktu pembelajaran.
Melakukan koordinasi dalam konteks manajemen kelas berarti mengatur baik-baik kegiatan pembelajaran supaya dalam praktiknya dapat terarah dengan baik. Keefektifan manajemen kelas dipengaruhi juga oleh keseimbangan yang proporsional dan kesesuaian antara materi, media, metode, dana lokasi waktu pembelajaran.
6. Pengawasan
Pengawasan merupakan Suatu proses untuk menerapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya ,dan bila perlu mengoreksi dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula. Apa yang dirasakan guru dalam pembelajaran merupakan hal yang utama untuk dianalisis guna melakukan pengawasan terkait kegiatan pembelajaran. Sehingga sudut pandang pengawasan lebih bersifat emik ,artinya mengutamakan penilaian diri sendiri dari guru terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Berdasarkan hasil tersebut dijadikan acuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran agar lebih baik .Evaluasi hasil belajar siswa menjadi dasar dalam mengevaluasi keberhasilan guru dalam pembelajaran.
Pengawasan merupakan Suatu proses untuk menerapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya ,dan bila perlu mengoreksi dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula. Apa yang dirasakan guru dalam pembelajaran merupakan hal yang utama untuk dianalisis guna melakukan pengawasan terkait kegiatan pembelajaran. Sehingga sudut pandang pengawasan lebih bersifat emik ,artinya mengutamakan penilaian diri sendiri dari guru terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Berdasarkan hasil tersebut dijadikan acuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran agar lebih baik .Evaluasi hasil belajar siswa menjadi dasar dalam mengevaluasi keberhasilan guru dalam pembelajaran.
7. Fungsi pengendalian kelas.
Mengendalikan kelas bukan merupakan perkara yang mudah karena di dalam kelas terdapat berbagai macam peserta didik yang memiliki karakteristik yang berbeda pengendalian merupakan proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang sebenarnya.
Mengendalikan kelas bukan merupakan perkara yang mudah karena di dalam kelas terdapat berbagai macam peserta didik yang memiliki karakteristik yang berbeda pengendalian merupakan proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang sebenarnya.
D. Faktor Yang Mempengaruhi
Manajemen Kelas
Kelas dapat dipandang dari
dua sudut yaitu dalam arti sempit (tradisional ) dimana kelas dilihat sebatas
ruangan tempat sejumlah murid belajar. Sedangkan dalam arti luas (modern) yaitu
suatu masyarakat kecil dari sekolah yang terorganisir menjadi unit kerja sistem
belajar mengajar dengan orientasi pencapaian tujuan.
Secara umum faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu, faktor intern dan faktor ekstern siswa.
(Djamarah 2006:184). Faktor intern siswa berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian siswa dengan ciri-ciri khasnya masing-masing menyebabkan siswa berbeda dari siswa lainnya secara individual. Perbedaan secara individual ini dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis.
Faktor ekstern siswa terkait dengan masalah suasana lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokan siswa, jumlah siswa, dan sebagainya. Masalah jumlah siswa di kelas akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah siswa di kelas, misalnya dua puluh orang ke atas akan cenderung lebih mudah terjadi konflik. Sebaliknya semakin sedikit jumlah siswa di kelas cenderung lebih kecil terjadi konflik. Sehubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa.
faktor yang mempengaruhi dalam manajemen suatu kelas. Berhasilnya manajemen kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai, banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut melekat pada kondisi fisik kelas dan pendukungnya, juga dipengaruhi oleh faktor non fisik (sosio- emosional).
Secara umum faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu, faktor intern dan faktor ekstern siswa.
(Djamarah 2006:184). Faktor intern siswa berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian siswa dengan ciri-ciri khasnya masing-masing menyebabkan siswa berbeda dari siswa lainnya secara individual. Perbedaan secara individual ini dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis.
Faktor ekstern siswa terkait dengan masalah suasana lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokan siswa, jumlah siswa, dan sebagainya. Masalah jumlah siswa di kelas akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah siswa di kelas, misalnya dua puluh orang ke atas akan cenderung lebih mudah terjadi konflik. Sebaliknya semakin sedikit jumlah siswa di kelas cenderung lebih kecil terjadi konflik. Sehubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa.
faktor yang mempengaruhi dalam manajemen suatu kelas. Berhasilnya manajemen kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai, banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut melekat pada kondisi fisik kelas dan pendukungnya, juga dipengaruhi oleh faktor non fisik (sosio- emosional).
yang
melekat pada guru. Untuk mewujudkan pengelolaan kelas yang baik, dan beberapa
faktor yang mempengaruhi antara lain :
1. Kurikulum
Kurikulum kaitannya dengan pengelolaan kelas
seperti pengertian diatas haruslah di rancang sebagai jumlah pengalaman
edukatif yang menjadi tanggung jawab sekolah dalam membantu anak-anak mencapai
tujuan pendidikannya, yang diselenggarakan secara berencana dan terarah serta
terorganisir, karena kegiatan kelas bukan sekedar dipusatkan pada penyampaian
sejumlah materi pelajaran atau pengetahuan yang bersifat intelektualistik, akan
tetapi juga memperhatikan aspek pembentukan pribadi, baik sebagai makhluk
individual dan makhluk sosial maupun sebagai makhluk yang bermoral. Pada
sekolah dasar dirancangkan untuk untuk memungkinkan diselenggarakannya kegiatan
kelas dalam memenuhi kebutuhan melakukan eksplorasi dan eksperimentasi guna
memberikan pengalaman intelektual dan sosial yang terpadu dalam rangka
realisasi diri.
Oleh karena itu disamping aspek materi pengetahuan diperlukan program kelas untuk memenuhi perbedaan minat bakat dan kemampuan murid. Program tersebut dapat dilakukan melalui aspek-aspek kependidikan dibidang kesenian termasuk kesejahteraan keluarga, teknik, olahraga, kepramukaan dan kesehatan pada kelas-kelas terakhir sekolah menengah tingkat atas programnya harus dirancangkan untuk membantu anak-anak mewujudkan diri dalam memasuki masyarakat sebagai orang dewasa.
Oleh karena itu disamping aspek materi pengetahuan diperlukan program kelas untuk memenuhi perbedaan minat bakat dan kemampuan murid. Program tersebut dapat dilakukan melalui aspek-aspek kependidikan dibidang kesenian termasuk kesejahteraan keluarga, teknik, olahraga, kepramukaan dan kesehatan pada kelas-kelas terakhir sekolah menengah tingkat atas programnya harus dirancangkan untuk membantu anak-anak mewujudkan diri dalam memasuki masyarakat sebagai orang dewasa.
2. Komponen belajar
Ada 5 komponen dalam
belajar, dibawah ini akan diuraikan satu persatu: Tujuan adalah target hasil
yang ingin dicapai. Seseorang atau sebuah lembaga atau pun juga suatu
organisasi yang mempunyai perencanaan kedepan pasti mempunyai sebuah target
atau tujuan yang akan di capai. Karena adanya rencana diakibatkan karena adanya
tujuan yang ingin dicapai.
Materi ialah bahan yang
akan diajarkan atau disampaikan kepada audien. Materi pelajaran yang diterima
siswa harus mampu merespon dan mengantisipasi setiap perkembangan yang akan
terjadi dimasa depan. Artinya materi yang diajarkan bisa bermanfaat bagi
kelangsungan siswa dimasa depan. Nana Sudjana (2000) menjelaskan ada beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan materi pelajaran.
3. Gedung dan Sarana Kelas / Sekolah (Kondisi Fisik)
3. Gedung dan Sarana Kelas / Sekolah (Kondisi Fisik)
Perencanaan dalam
membangun sebuah gedung untuk sebuah sekolah berkenaan dengan jumlah dan luas
setiap ruangan, letak dan dekorasinya yang harus disesuaikan dengan kurikulum
yang dipergunakan. Akan tetapi karena kurikulum selalu dapat berubah. Sedang
ruangan atau gedung bersifat permanen, maka diperlukan kreativitas dalam
mengatur pendayagunaan ruang / gedung yang bersedia berdasarkan kurikulum yang
dipergunakan.Dalam konteks ini kepandaian guru dalam pengelolaan kelas sangat
dibutuhkan.
Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran.
Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran.
4. Lingkungan Sekitar
Dalam hal lingkungan
sekitar, maka yang dimaksud sendiri adalah masyarakat kelas yang ada di sekitar
kelas, yaitu kelas sebelah yang harus selalu di perhatikan agar selalu
kondusif, karena kalau kelas sebelah rebut, maka akan mengganggu konsentrasi
kelas yang dibimbing oleh seorang guru.
5. Administrasi Teknik
Kondisi administrasi teknik termasuk hal-hal berikut ini:
a. Daftar resensi
Daftar presensi guru dan siswa hendaknya dikelola sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar yang sedang berlangsung. Hendaknya diadakan pengecekan secara periodik daftar presensi ini.
b. Ruang bimbingan siswa
Ruangan khusus hendaknya tersedia dan dapat digunakan untuk keperluan bimbingan siswa yang dilakukan oleh guru, wali kelas, atau guru pembimbing di sekolah.
Kondisi administrasi teknik termasuk hal-hal berikut ini:
a. Daftar resensi
Daftar presensi guru dan siswa hendaknya dikelola sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar yang sedang berlangsung. Hendaknya diadakan pengecekan secara periodik daftar presensi ini.
b. Ruang bimbingan siswa
Ruangan khusus hendaknya tersedia dan dapat digunakan untuk keperluan bimbingan siswa yang dilakukan oleh guru, wali kelas, atau guru pembimbing di sekolah.
Daftar Pustaka
Arikunto dalam Sulistyorini, 2006. Manajemen
Pendidikan Islam . (Surabaya:eLKAF,)
Djamarah, Syaiful
Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta:
Rineka Cipta.
H.Syafruddin nurdin, Adriantoni. 2019 .Profesi Keguruan. PT Raja. Depok: Rajawali pers.
Rachman, Maman. 1998.
Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi.
file:///C:/Users/acer/Downloads/21-40-1-SM.pdf
http://fip.um.ac.id/wp-content/uploads/2015/12/2_Aspek-Fungsi-Mnj-Kelas.pdf
http://fip.um.ac.id/wp-content/uploads/2015/12/2_Aspek-Fungsi-Mnj-Kelas.pdf
Materinya sanagt bermanfaat
BalasHapusMaterinya lengkap sekali kak
BalasHapusBagus kak, dan sangat membantu kak 🙏
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapussangat membantuu
BalasHapusmaterinya bagus, semoga bisa diterapkan
BalasHapussangat bagus dan memberi manfaat, trimakasih
BalasHapus