Tugas 13: Menciptakan Suasana Kelas Yang Efektif
Menciptakan
Suasana
Kelas
Yang
Efektif
Dalam usaha membangun manusia Indonesia seutuhnya, faktor guru atau
pendidik sangatlah penting karena guru bertugas untuk membangun manusia itu
sendiri. Oleh karena itu, diperlukan suatu kealihan sendiri dalam menjalankan
tugas untuk mendidik peserta didik, kealihan dalam menjalankan tugas sering
dikenal dengan kompetensi. Kompetensi merupakan kemampuan, atau kapabilitas
yang diterapkan dan menghasilkan kinerja (Performance) yang baik. Kemampuan tersebut
melekat pada individu. Dengan demikian, kompetensi yang dimiliki oleh setiap
guru akan menunjukkan kualitas guru yang sebenarnya. Dalam memahami peserta
didik maka guru akan mengetahui cara mengelola pembelajaran siswa atau dengan
kata lain membelajarkan siswa.
Pengelolaan pembelajaran siswa
dimulai dari perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, dan mengevaluasi hasil
belajar. Ketika guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran maka guru mampu
menata ruang kelas,mengusai teori belajar, menciptakan iklim kelas yang
kondusif, memotivasi siswa agar bergairah belajar, memberi penguatan verbal
maupun non verbal, memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas kepada siswa,
tanggap terhadap gangguan kelas, dan menyegarkan kelas jika kelas mulai lelah.
Kelas yang efektif adalah kelas yang dikelola dengan
baik. Dalam dunia pendidikan dikenal pengelolaan kelas atau manejemen
kelas.
Mengelola kelas secara efektif akan memaksimal kesempatan pembelajaran
murid. Dapat dipahami bahwa konsep umum mengenai mengelolah kelas identik
dengan kedisiplinan dan mengontrol prilaku. Mengelola kelas yang dimaksud
adalah strategi untuk mengendalikan perilaku siswa, menanggapi gangguan,
mengambil tindakan pada kenakalan siswa, memberi hadiah dan hukuman yang
sesuai, dan pada umumnya untuk menjaga kenyamanan siswa dalam belajar dikelas.
Dari kegiatan pengelolaan kelas yang efektif ada dua manfaatnya secara
umum.
Pertama: membantu murid menghabiskan waktu belajar
dan mengurangi waktu akvititas yang tidak diorientasikan pada tujuan.
Kedua: mencegah murid mengalami problem akademik dan
emosional Pengelolaan kelas yang baik dapat bertanggung jawab dan dapat
memberikan suasana positif dengan sedikit konflik, dimana energi terkonsentrasi
dalam kegiatan dengan tujuan belajar.
Praktek pengelohan kelas yang baik dimulai dari hari pertama sekolah.
Pengolahan kelas merupakan bagian penting dari peran kepemimpinan guru secara
keseluruhan. Perencanaan yang baik, penghargaan dan praktik hukuman, pengembangan
kegiatan kelas, melibatkan siswa dalam pendekatan berpusat pada siswa,
memperhatikan motivasi siswa, atau tugas-tugas pembelajaran yang berbeda. Semua
elemenen dalam perspektif titik pengelolahan kelas untuk membangun lingkungan
belajar yang positif untuk melibatkan siswa dalam belajar sehingga dapat
meminimalkan masalah perilaku dan gangguan dalam pelajaran.
Pengelolaan kelas termasuk dalam persiapan bahan pembelajaran,
pengaturan waktu, ketrampilan mengajar oleh guru, mengelompokkan murid dalam
belajar, ketrampilan mengakhiri pembelajaran dan mengontrol prilaku belajar
siswa. Pengolaan kelas mengarah pada peran guru untuk menata pembelajaran
secara kolektif dengan cara mengelola perbedaan-perbedaan kekuatan individual
menjadi sebuah aktivitas belajar bersama.
Fasilitas yang disediakan
dikelas memungkinkan siswa belajar, tercapainya suasana kelas yang memberikan
kepuasan, suasana disiplin, nyaman, dan penuh semangat sehingga terjadi
perkembangan intelektual emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa. Bila
kelas yang dikelola dengan baik oleh guru tidak hanya meningkatkan pembelajaran
yang berarti, tetapi juga membantu mencegah perkembangan problem emosional dan
akademik.
Berikut ini panduan mengenai
pengelolaan kelas bagi seorang pengajar.
1. Penataan ruang kelas
Penataan ruang bertumpu pada penetapan tempat duduk
siswa, dengan format memudahkan siswa dalam memandang gurunya. Biasanya hal ini
dipengaruhi jumlah siswa dalam satu kelas. Jumlah siswa yang tidak terlalu
banyak akan memudahkan siswa untuk menata meja dan kursi, agar di mana pun
siswa duduk, mereka tetap bisa memperhatikan guru saat mengajar.
Berbeda bila kelas terlalu padat dan banyak siswa.
Biasanya siswa yang duduknya paling belakang dan pojok akan kesulitan memandang
guru, karena tertutup dengan siswa lainnya. Siswa juga memerlukan ruang yang
cukup agar mereka bisa menempatkan buku dan alat-alat tulis mereka. Sehingga
saat mereka membutuhkan sesuatu, mereka bisa dengan mudah menemukannya.
Misalnya saat siswa membutuhkan penghapus. Mereka tidak perlu bingung
mencarinya, karena mereka punya tempat yang cukup untuk meletakkan penghapus di
atas meja.
Formasi tempat duduk siswa juga perlu diubah dalam
jangka waktu tertentu. Perubahan formasi tempat duduk perlu dilakukan agar
siswa tidak bosan di kelas. Siswa perlu mengenal lebih dekat teman-teman mereka
dalam satu kelas, sehingga mereka tidak jenuh belajar. Siswa pun perlu merasa
nyaman saat berada di kelas, jauh dari bau yang tidak sedap, suara berisik, cahaya
yang terlalu menyilaukan, dan lainnya. Hal ini akan mempengaruhi konsentrasi
anak saat belajar.
2. Mengantisipasi kondisi kelas
Kondisikan semua siswa dengan baik secara fisik
maupun psikis, termasuk siswa yang terlambat masuk ke dalam kelas. Sebelum siswa
benar-benar siap jangan memulai mengajar. Ada kalanya saat kita masuk kelas,
suasana kelas sangat gaduh atau anak berjalan ke sana kemari dari tempat duduk
mereka. Sebagai pendidik kita tidak boleh menoleransi hal ini.
Sejak awal tahun ajaran, seorang pengajar harus
menetapkan suatu aturan, bahwa setiap ada guru yang masuk kelas dan hendak
mengajar, siswa harus langsung memberikan salam. Saat siswa memberikan salam,
mereka harus melakukannya dengan sopan. Hal ini akan memudahkan kita dalam
proses belajar mengajar selanjutnya. Bagaimana pun anak-anak perlu belajar
untuk bisa fokus dan memperhatikan guru sejak awal pembelajaran. Kalau ada
murid yang terlambat, berhenti sejenak mengajar. Perhatikan siswa yang
terlambat. Ajak untuk mengikuti pelajaran dengan baik. Kalau tidak, boleh jadi
siswa yang terlambat ini berpotensi untuk mengganggu proses pembelajaran dan
menyulitkan pengelolaan kelas.
3. Tetapkan aturan dengan tegas namun
'bersahabat'
Saat ada siswa melakukan pelanggaran, kita harus
tegas dalam memberikan konsekuensi, sesuai dengan aturan yang telah disepakati.
Alangkah lebih baik bila aturan dibuat bersama siswa sejak pelanggaran dan
menerima konsekuensi, mereka bisa menerimanya dengan baik. Kalau ada murid yang
terlambat, berhenti sejenak mengajar. Perhatikan siswa yang terlambat. Ajak
untuk mengikuti pelajaran dengan baik. Kalau tidak, boleh jadi siswa yang
terlambat ini berpotensi untuk mengganggu proses pembelajaran dan menyulitkan
pengelolaan kelas.
4. Pastikan siswa tetap fokus
Beberapa siswa mungkin tidak fokus dengan materi
yang kita berikan. Ada banyak sebab mengapa siswa bisa tidak fokus pada
pelajaran, bisa karena ngantuk, bosan, capek, dan sebab lainnya. Sebagai
pendidik kita harus memiliki banyak cara agar siswa tetap fokus memperhatikan
saat pembelajaran. Beberapa cara yang bisa kita praktekkan adalah dengan
memberikan pertanyaan kepada siswa dengan cara menunjuk siswa (terutama yang
terlihat kurang fokus), mengajak siswa melakukan ice breaking, dan
kejutan-kejutan menarik lainnya.
5. Serius tapi santai
Mulailah mengajar dengan serius. Bila sudah berhasil
menggiring siswa dalam suasana demikian, atur irama pembelajaran menjadi santai
kemudian serius lagi, dan begitu seterusnya. Kalau serius melulu siswa akan
ngantuk atau bosan mengikuti pelajaran. Makanya perlu juga pembelajaran
diselingi dengan homor dan intermezo sebagai penyegaran bagi siswa. Ada kalanya
kita mengajak siswa untuk serius dalam memperhatikan dan mengikuti pelajaran,
namun tidak ada salahnya juga bila kita mengajak siswa untuk tertawa dengan
humor-humor segar. Hal-hal yang bersifat humor bisa diberikan kepada siswa
berupa cerita, ekspresi wajah, bernyanyi lagu lucu, dan hal-hal yang bersikap
humor lainnya yang bersifat mencairkan suasananya.
6. Jangan biarkan ada waktu tersisa yang kosong.
Ada kalanya saat kita usai mengajarkan semua materi
pelajaran, kita masih memiliki sisa waktu antara 5 hingga 10 menit. Sebagai
pendidik yang baik, kita tidak boleh membiarkan anak-anak “menganggur” di sisa
waktu. Di waktu siswa tersebut, kita bisa memberikan pengayaan, mengajak anak
nonton film pendek yang berhubungan dengan pelajaran, memberikan tanya jawab,
memberikan soal latihan, dan aktivitas lainnya.
7. Bersemangat sejak awal pembelajaran
Sejak awal pembelajaran kita perlu menunjukkan
semangat yang baik. Jangan sampai kita terlihat lelah, mengantuk, sedih, dan
keadaan hati yang tidak baik lainnya. Perasaan negatif bisa membuat siswa
kehilangan semangat. Sebagai pendidik, kita perlu belajar mengelola emosi.
Keterampilan pendidik dalam mengelola emosi bisa membuat siswa merasa nyaman
dan lebih bersemangat dalam belajar. Kalau ada murid yang terlambat, berhenti
sejenak mengajar. Perhatikan siswa yang terlambat. Ajak untuk mengikuti
pelajaran dengan baik. Kalau tidak, boleh jadi siswa yang terlambat ini
berpotensi untuk mengganggu proses pembelajaran dan menyulitkan pengelolaan
kelas.
8. Posisi berdiri ketika mengajar
Ketika mengajar, guru perlu mengatur posisi berdiri.
Ini bertujuan untuk mengendalikan siswa keseluruhan. Jangan itu ke itu saja
siswa yang menjadi pusat perhatian guru. Selain itu guru jangan terlalu sering
membelakangi siswa karena menulis di papan tulis. Sebaliknya guru guru menulis
dengan posisi menyamping sehingga siswa dapat terpantau.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.sekolahdasar.net/2016/01/menciptakan-ruang-kelas-yang-efektif.html
https://scholae.co/web/read/1759/pengelolaan.kelas.untuk.pembelajaran.yang.efektif
Sangat bermanfaat kakak😁
BalasHapusSemoga bisa diterakan pada kelas nantinya, makasih
BalasHapusSangat membantu kakak
BalasHapusBagus dan bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBagus kak, dan sangat membantu kak 🙏
BalasHapusSangat bermanfaat kakk
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat kak
BalasHapusMaksih kak, materinya bagus, sangat bermanfaat🙏
BalasHapusSangat bermanfaat kakak👍
BalasHapusTerima kasih sangat membantu
BalasHapussangat membantu
BalasHapussangat bermanfaat kak
BalasHapussangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat bagus kak
BalasHapusSangat bermanfaat sekli
BalasHapusmaterinya bagus, semoga bisa diterapkan kak
BalasHapusbermanfaat sekali materinya, semoga bisa diterapkan
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapus