Manajemen Pembelajaran
1.
Konsep
Manajemen Pembelajaran
Manajemen merupakan proses yang khas bertujuan
untuk mencapai suatu tujuan dengan efektif dan efisien menggunakan semua sumber
daya yang ada. Terry menjelaskan: “Management is performance of coneiving
desired result by means of grouuf efforts consisting of utilizing human talent
and resources”. Ini dapat dipahami bahwa manajemen adalah kemampuan mengarahkan
dan mencapai hasil yang diinginkan dengan pemberdayaan manusia dan sumber daya
lainnya.
Ricky
W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai suatu rangkaian aktifitas (
termasuk perencanaan, dan pengambilan keputusan, pengorganisasian,
kepemimpinan, dan pengendalian) yang diarahkan pada sumber- sumber daya
organisasi (manusia, finansial, fisik, dan informasi) dengan maksud untuk
mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.
Dapat
disimpulkan bahwa manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals)
secara efektif dan efesien. Efektif artinya bahwa tujuan dapat dicapai sesuai
perencanaan, sementara efisien berarti tugas yang ada dilaksanakan secara
benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Konsep
Manajemen jika diterjemahkan dalam kegiatan pembelajaran, menurut syaiful
Sagala diartikan sebagai suatu usaha dan tindakan kepala sekolah sebagai
pemimpin intruksional di sekolah dan usaha maupun tindakan guru sebagai
pemimpin pembelajaran di kelas dilaksanakan sedemikian rupa untuk memperoleh
hasil dalam rangka mencapai tujuan program sekolah dan pembelajaran.
Pembelajaran adalah proses interaktif yang
berlangsung antara guru dan siswa atau juga antara sekelompok siswa dengan
tujuan untuk memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap serta memantapkan
apa yang dipelajari itu.
Dalam
mengelola pembelajaran, guru sebagai manajer melaksanakan berbagai langkah
kegiatan mulai dari merencanakan pembelajaran, mengorganisasikan pembelajaran,
mengarahkan dan mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan.
2.
Tujuan
Manajemen Pembelajaran
Tujuan manajemen pembelajaran antara
lain:
1) Terwujudnya
suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM).
2) Terciptanya
peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia.
3) Tercapainya
tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
4) Terbekalinya
tenaga pendidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan.
5) Teratasinya
masalah mutu pendidikan
3. Kebijakan Tentang Manajemen
Kelas
1) Menguapayakan
perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi
bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya manusia Indonesia berkualitas tinggi
dengan peningkatan anggaran pendidikan secara berarti.
2) Meningkatkan
kemampuan akademik dan profesiona serta meningkatkan jaminan kesejahteraan
tenaga kependidikan sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal
terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat
mengembalikan wibawa lembaga dan tenaga kependidikan.
3) Melakukan
pembaharuan sistem pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum, berupa
diversifikasi kurikulum untuk melayani keberagaman peserta didik, penyusunan
kurikulum yang berlaku nasional dan lokal sesuai kepentingan setempat serta
diversifikasi jenis pendidikan secara professional.
4.
Peran Guru Dalam Manajemen Kelas
Peran Guru dalam Manajemen
PembelajaranGuru memiliki peran sebagai salah satu unsur pengelola pendidikan
pada suatu lembaga pendidikan yang terlihat langsung dalam mentransfer
pengetahuan kepada siswa, harus mampu mengelola kelasnya. Di antara peran dan
fungsi guru tersebut adalah sebagai berikut:
1) Guru sebagai
Pendidik Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi
bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memilki
standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan
disiplin.
2) Guru sebagai
PengajarKegiatan belajar peserta didik dipengaruhin oleh berbagai faktor,
seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru,kemampuan
verbal, tingkat kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam ber
komunukasi.
3) Guru sebagai PembimbingGuru dapat
diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkanpengetahuan dan
pengalamanya bertanggungjawab atas kelancaran perjalanan itu.
4) Guru sebagai PelatihProses pendidikan dan
pembelajaran memerlukan latihan keterampilan,baik intelektual maupun motorik,
sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih.
5) Guru sebagai PenasehatGuru adalah seorang
penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memilki
latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap
untuk menasehati orang.
6) Guru sebagai Pembaharu (Inovator) Guru
menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi
pesertadidik.
7) Guru sebagai Model dan TeladanGuru
merupakan model atau teladan bagi peserta didik dan semua orang yang menganggap
dia sebagai guru.
8) Guru sebagai PribadiGuru harus memiliki
kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Ungkapan yang sering
dikemukakan adalah bahwa “guru bisa digugu dan ditiru”.
9) Guru sebagaiPenelitiPembelajaran merupakan
seni, yang dalam pelaksanaanya memerlukan penyesuain-penyesuain dengan kondisi
lingkungan.Untuk itu perlukan berbagai penelitian, yang didalamnya melibatkan
guru.
Guru
sebagai Pendorong KreatifitasKreatifitas merupakan hal yang sangat penting
dalam pembelajaran dan guru dituntut untuk mendeakan monstrasikan dan
menunjukkan kreatifitas tersebut.
5.
Kode Etik Guru
1) Guru
berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia yang
seutuhnya yang berjiwa pancasila.
2) Guru
memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional
3) Guru
berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melekukan
bimbingan dan pembinaan
4) Guru
menciptakan suasana sekolah sebaik - baiknya yang menunjang berhasilnya proses
belajar mengajar
5) Guru
memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk
membina peran serta dan rasa tangung jawab bersama terhadap pendidikan
6) Guru
secara pribadi dan bersama - sama menggembangkan dan meningkatkan mutu dan
martabat profesinya
7) Guru
bersama - sama memelihara dan menigkatkan mutuorganisasi PGRI sebagai sarana
perjuangan dan pengabdian.
8) Guru
melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijakan pemerintahan dalam
bidang pendidikan
DAFTAR
PUSTAKA
Syafaruddin, 2005. Manajemen Lembaga Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Press
S.Nasution,
1989. Kurikulum dan Pengajaran. Bandung:
Bina Aksara
Bafadhal, 2004. Perencanaan
Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Terimakasih kak🙏, materinya bagus dn bermanfaat
BalasHapusTerimakasih kembali kak, semoga bisa kita terapkan ilmu dari pembelajaran ini😇
BalasHapusSangat membantu kak, terimakasih 🙏
BalasHapusSangat bermanfaat kak��
BalasHapusBagus sekali kak, sangat membantu 👍🏻👍🏻
BalasHapussngat membantu sekali kak
BalasHapusSangat membantu sekali kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusMaterinya lengkap sekali kk
BalasHapusmaterinya bagus, semoga bisa diterapkan
BalasHapusmaterinya sangat membantu sekali, terimakasih
BalasHapus