Manajemen Kelas
TUGAS
MANAJEMEN
KELAS DI SD
Tentang
Manajemen
Kelas
Oleh:
Sari
Rahma Dewi
1620148
7.4
/ PGSD
Dosen
Pembimbing:
Yessi
Rifmasari, M.Pd
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN STKIP ADZKIA PADANG
2019
A. Konsep
Manajemen Kelas
Sebelum
membahas tentang manajemen kelas, terlebih dahulu kita mengetahui pengertian
daripada kelas. Arikunto menjelaskan pengertian kelas sebagai sekelompok siswa
yang pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama. Dan
yang dimaksud dengan kelas, bukan hanya kelas yang merupakan ruangan yang
dibatasi dinding tempat para siswa berkumpul bersama untuk mempelajari segala
yang disajikan oleh pengajar, tetapi lebih dari itu kelas merupakan suatu unit
kecil siswa yang berinteraksi dengan guru dalam proses pembelajaran dengan
beragam keunikan yang dimiliki.
Sedangkan
kelas menurut pengertian umum dapat dibedakan atas dua pandangan, yaitu
pandangan dari segi fisik, dan pandangan dari segi siswa. Disamping itu, Hadari
Nawawi juga memandang kelas dari dua sudut, yaitu:
1)
Kelas dalam arti sempit : ruangan yang
dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti
proses pembelajaran. Kelas dalam pengertian tradisional ini, mengandung sifat
statis karena sekedar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat
perkembangannya, antara lain berdasarkan pada batas umur kronologis
masing-masing.
2)
Kelas dalam arti luas : suatu masyarakat
kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang sebagai satu kesatuan
diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan
pembelajaran yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.
Setelah
membahas tentang manajemen dan kelas, maka definisi dari manajemen kelas adalah
segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif
dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai
dengan kemampuan. Atau dapat dikatakan bahwa manajemen kelas merupakan usaha
sadar untuk mengatur kegiatan proses pembelajaran secara sistematis. Usaha sadar
itu mengarah pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga,
pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi
kondisi proses pembelajaran dan pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan
dengan baik dan tujuan kurikurer dapat tercapai.
B. Tujuan
Manajemen Kelas
Tujuan
Manajemen Kelas Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan
efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Adapun kegiatan
pengelolaan fisik dan pengelolaan sosio-emosional merupakan bagian dalam
pencapaian tujuan pembelajaran dan belajar siswa.
Tujuan
manajemen kelas : (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen : 1996)
·
Mewujudkan situasi dan kondisi kelas,
baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang
memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin
·
Menghilangkan berbagai hambatan yang
dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran
·
Menyediakan dan mengatur fasilitas serta
perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan
lingkungan social, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
·
Membina dan membimbing siswa sesuai
dengan latar belakang social, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individualnya.
Tujuan
pengelolaan kelas menurut A.C. Wragg : 25
·
Anak-anak memberikan respon yang
setimpal terhadap perlakuan yang sopan dan penuh
perhatian dari orang dewasa.
·
Mereka akan bekerja dengan rajin dan
penuh konsentrasi dalam melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuannya.
Indikator Keberhasilan
dalam pengelolaan kelas adalah:
·
Terciptanya suasana/kondisi belajar
mengajar yang kondusif (tertib, lancar, berdisiplin dan bergairah)
·
Terjadinya hubungan interpersonal yang
baik antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa (Alam S : 2003)
C. Proses
Manajemen Kelas
Proses dalam penyelenggaraan manajemen kelas
Proses
|
Kriteria
|
Perencanaan
|
1. Tujuan, manfaat, hasil yang dicapai sasaran yang
dirumuskan secara jelas
2. Pedoman manajemen kelas disusun secara jelas dan dapat
diaplikasikan oleh pengguna
3. Standar kinerja guru yang disusun dapat diaplikasikan
oleh pengguna
4. Standar kinerja guru yang disusumn dapat diaplikasikan
dan terukur
5. Sumber daya utama dan pendukung perlaksana pembelajaran
di kelas dipersiapkan sedemikian rupa untuk pelaksanaan kegiatan yang efektif
dan efisien
|
Pelaksanaan
|
1. Satuan waktu pelajaran ditetapkan sesuai dengan
substansi dan tujuan kegiatan
2. Penentuan sumber daya disesuaikan dengan substansi dan
tujuan kegiatan pembelajaran
3. Alokasi sumber daya kelas didasari atas pertimbangan
efisiensi dan efektivitas
4. Implementasi program pembelajaran di kelas konsisten
dengan perencanaan yang telah dibuat
|
Evaluasi
|
1. Instrumen evaluasi pembelajaran disusun sesuai dengan
tujuan dan cakupan substansi kegiatan
2. Untuk kegiatan pembelajaran tertentu, evaluasi mencakup
pre-test untuk mengukur nilai tambah setiap sesi pembelajaran
3. Dilakukan analisis kesenjangan antara kompetensi dan
kinerja yang diharapkan dengan nyata
4. Setiap kegiatan dievaluasi pembelajaran dilaporkan
kepada pihak-pihak yang berkepentingan terutama kepala sekolah, staf,
orangtua dan siswa
|
Tindak
lanjut
|
1. Hasil evaluasi menjadi acuan penyempurnaan program
pembelajaran dan manajemen kelas
2. Hasil evaluasi menjadi acuan perencanaan baru program
pembelajaran dan manajemen kelas
|
D. Strategi
Manajemen Kelas
Strategi pengelolaan kelas dalam pembelajaran, strategi
dalam pembelajaram adalah rangkaian kegiatan dalam proses pembelajaran yang
terkait dengan pengelolaan siswa di kelas, pengelolaan guru, pengelolaan
kegiatan pembelajaran, pengelolaan lingkungan belajar, pengelolaan sumber
belajar dan penelitian (asesmen) agar pembelajaran lebih efektf dan efisien
sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Strategi pembelajaran erat
hubungannya dengan teknik pembelajaran. Teknik pembelajaran adalah:
1)
Menciptakan
suasana atau kondisi kelas yang optimal
Seorang
guru harus bisa menciptakan suasana atau kondisi dari interaksi pendidikan
dengan jalan menciptakan kondisi baru yang menguntungkan proses belajar
mengajar sehingga siswa bersemangat dalam belajarnya. Keterampilan yang harus
dimiliki guru yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi
belajaradalah sikap tanggap, membagi perhatian, dan pemusatan perhatian
kelompok.
2)
Berusaha
menghentikan tingkah laku siswa yang menyimpang
Seorang
guru melakukan identifikasi masalah dengan jalan berusaha memahami dan
menyelidiki penyimpangan tingkah laku siswa yang mengganggu kelancaran proses
belajar mengajar di kelas. Di sekolah itu guru memberikan teguran dan bimbingan
serta pengarahan-pengarahan agar tercipta tingkah laku siswa yang mendukung
kelancaran proses belajar mengajar.
3)
Menciptakan
disiplin kerja
Pembinaan
disiplin kerja atau pencegah terjadinya pelanggaran disiplin kelas atau
pencegahan terjadinya pelanggaran disiplin bisa dilakukan dengan cara membuat
tata tertib kelas.
4)
Menciptakan
keharmonisan antar guru dan siswa
Keharmonisan
hubungan guru dengan siswa mempunyai efek terhadap pengelolaan kelas terutama
dalam meningkatkan efektivitas belajar mengajar.
DAFTAR
PUSTAKA
Sulistyorini, 2009. Manajemen
Pendidikan Islam. Yogyakarta: Teras
Novan Ardy Wiyani, 2013. Manajemen Kelas. Jogjakarta: Ar- Ruzz Media
Dirjen PUOD dan Dirjen Diknasmen. Pengelolaan Kelas, Seri Peningkatan Mutu 2. Jakarta: Depdagri dan
Depdikbud
Suharsimi Arikunto, 1992. Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif. Jakarta:
Rajawali Press

Sangat bermanfaat kak
BalasHapusSangt membantu, terimakasih
BalasHapussangat membantu dan bermanfaat sekali
BalasHapusCoba jelaskan apa kendala guru dalam manajemen kelas?
BalasHapusblognya sangat bermanfaat kak.. terimakasih
BalasHapusSangat bermanfaat ukhti
BalasHapusSangat bermanfaat sekali kak
BalasHapusBagus kak, dan sangat membantu kak 🙏
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusmaterinya bagus, semoga bisa diterapkan
BalasHapusMaterinya bagus dan menambah wawasan saya, makasih kak 👍😊
BalasHapus